Tips

5 Perbedaan Granit, Marmer & Granitile yang Harus Anda Tau

marmer-granit-granitile (2)

Marmer, granit dan granitile terkadang terlihat serupa. Banyak orang yang masih sulit membedakan perbedaan ketiganya. Padahal jika diperhatikan dengan seksama, ketiga jenis lantai ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan lho.

Lalu, apa sajakah perbedaan granit, marmer dan granitile? Berikut ulasannya.

Material

Pertama adalah dari material pembentuk. Marmer merupakan batuan metamorf yang terbentuk dari rekristalisasi batu kapur hingga akhirnya mengeras. Sementara granit adalah batuan beku yang terbentuk dari magma yang membeku. Kedua jenis lantai ini merupakan batuan asli yang memiliki pori.

Jelas beda dengan granitile. Lantai ini merupakan tiruan granit. Bahan pembentuknya sama seperti keramik, yaitu tanah yang dikeraskan dengan cara dipanaskan kemudian diberi motif pada lapisan teratasnya.

Kekuatan

Setelah mengetahui materialnya, sudah jelas granit adalah jenis yang terkuat, tidak mudah retak dan bolong, tidak mudah tergores, juga tidak mudah gempur sehingga lebih tahan lama. Dibandingkan dengan marmer yang terbuat dari rekristalisasi batu kapur, jelas lebih ringan dan lebih berpori. Jelas berbeda dengan granitile yang paling mudah retak karena tipis. Meski begitu, granitile lebih tahan air sehingga tidak mudah kusam.

Fungsional

Secara fungsional, granit dapat membuat suasana ruangan terasa sejuk karena permukaannya yang dingin. Motifnya juga unik sehingga cocok dijadikan vocal point suatu ruangan. Granit juga sering dijadikan sebagai permukaan meja/counter top karena sifatnya yang tahan gores dan retak.

Marmer mampu menghadirkan kesejukan pada ruangan, cocok digunakan pada ruangan formal. Namun karena motifnya yang beragam, sedikit sulit untuk menyatukan antara potongan yang satu dengan lainnya.

Granitile sebaiknya digunakan sebagai dinding atau bagian yang bisa meminimalisir kerusakan karena luka gores yang dalam tidak dapat dihilangkan dengan cara poles ataupun ditambal.

Penampilan

Secara motif, sebagian besar granit bermotif bintik-bintik. Beberapa jenis juga memiliki motif seperti guratan namun tidak sejelas guratan marmer. Sedangkan marmer secara kasat mata, motif marmer lebih berbentuk guratan atau urat yang besar dan panjang dengan warna yang hampir sama dengan warna dasar marmer. Di sinilah keunggulan granitile, karena motifnya yang buatan alias tidak alami, maka motifnya bisa dibuat sesuai selera, baik menyerupai granit maupun marmer.

Perawatan

Perawatan granitile terbilang mudah dan sederhana. Anda hanya perlu menyapu dan mengepelnya seperti biasa.

Sementara itu, perawatan marmer dan granit cenderung lebih ‘spesial’ dibanding granitile. Karena merupakan batuan berpori, dua jenis lantai ini berisiko lebih mudah kotor karena kotoran dan air bisa mudah masuk ke dalam pori jika tidak dirawat dengan baik. Untuk itu, marmer dan granit harus diberi lapisan khusus yang bisa menahan kotoran masuk ke pori.

Untuk ketiga jenis lantai tersebut, hindari penggunaan sabun pembersih berbahan kimia yang abrasif mengandung fenol atau asam carbolat karena bisa merusak permukaan.

Namun jika lantai sudah terlanjur terkena cairan kimia dan membuatnya kusam, Anda bisa melakukan poles marmer. Namun ingat, poles marmer harus dilakukan oleh teknisi profesional dan berpengalaman.

Itulah 5 perbedaan lantai marmer, granit dan granitile yang harus Anda tau. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s